Javakios pulsa elektrik

27Jun/11Off

Operator Telekomunikasi Kian Fokus Layanan Data

JAKARTA - Pasca merjer antara Mobile 8 dan Smart Telecom yang menjadi PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), penyelenggara telepon bergerak berbasis Code Division Multiple Access (CDMA) ini tetap akan menggenjot bisnis layanan data.Produk layanan data di Smartfren Telecom bukan barang baru. Sebab, sejak lima tahun yang lalu perusahaan ini telah mengembangkan bisnis layanan data. Jumlah pelanggan saat ini banyak menggunakan data alih-alih menggunakan suara dan pesan singkat (sms).

"Sudah sejak awal kita garap tapi kita akan lebih ke arah (layanan) data, sehingga nanti voice dan SMS service akan jadi komplementer," kata Direktur Utama Smartfren Telecom Tbk Rodolfo R Pantoja di Jakarta, baru-baru ini.Menurutnya, jika perusahaan telekomunikasi tak melakukan pengembangan bisnis data, Average Revenue Per User (ARPU) akan semakin tergerus. Untuk saat ini saja, pertumbuhan pendapatan dari bisnis layanan data di Smartfren terus meningkat. Saat ini, kontribusi pendapatan dari layanan data mencapai 60 persen dari total pendapatan perseroan.Karena itu, Smartfren Telecom akan meningkatkan utilisasi semua sumber daya yang dimiliki baik itu BTS maupun kanal (carrier) yang dimiliki, untuk menggarap bisnis data ini. Kini, Smartfren Telecom memiliki tak kurang dari sembilan kanal. Dari jumlah tersebut, rencananya enam kanal akan dipergunakan untuk layanan data, sedang sisanya untuk layanan dasar seperti SMS dan suara."Dengan jumlah kanal yang banyak, maka jalan masuk bagi pelanggan data kita ke dunia maya akan lebih besar ketimbang pesaing kita. Pesaing kita paling hanya memiliki tiga kanal saja," tambah Direktur Smartfren Telecom Tbk, Mirza Fachys.

Selain mengantungi sembilan kanal, Smartfren Telecom memiliki tak kurang dari 3.500 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar di Jawa dan Bali. Hingga akhir tahun ini, BTS akan ditambah menjadi 5.000 BTS.Smartfren Telecom juga berencana akan melakukan modernisasi jaringan dan penggelaran jaringan di kota-kota besar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan PT Smartfren Telecom Tbk, baik itu Rev A (setara 3G di GSM) maupun Rev B (setara HSDPA di GSM).Untuk modernisasi jaringan ini, Smartfren akan menggelontorkan dana belanja modal (capex) 450 juta dollar AS. Belanja modal tersebut rencananya akan didapat dari vendor financing, internal cash flow, dan pinjaman bank. "Kita berencana akan mengganti sumber capex kita seluruhnya dari pinjaman bank," tutur Mirza.Selain itu, Smartfren Telecom optimistis akan segera menuntaskan proses restrukturisasi utang obligasi senilai 100 juta dollar AS pada awal kuartal ketiga tahun ini.Hal ini dilakukan mengingat perseroan saat ini sudah mencapai tahap akhir dalam proses negosiasi dengan para kreditur obligasi. "Sedang dalam negosiasi tahap akhir. Kita yakin dalam waktu dekat ini selesai," katanya.Dengan restrukturisasi utang, modernisasi jaringan dan belanja modal yang besar di tahun ini, perseroan berharap jumlah pelangganSmartfren Telecom akan terdongkrak menjadi 12 juta pelanggan atau sekitar dua kali lipat dari posisi saat ini mencapai 6,8 juta pelanggan. ayi/asp/E-1

Berita Terkait

  • Telkomsel Hadirkan Tap-Izy, Cara Pembayaran Baru
  • BlackBerry Unlimited Roaming Axis Hadir di 13 Negara
  • Kuis SMS Berunsur Judi – Content Provider Nakal
  • Base Transceiver Station / BTS  makin marak
  • Bakrie Telecom luncurkan aplikasi ponsel Usahaku