Javakios pulsa elektrik

13Jul/11Off

Film Hollywood akan segera beredar

Pemerintah dikabarkan telah menunda pengenaan pajak royalti bea masuk impor film selama 2 tahun. Hal ini merupakan hasil kesepakatan jalan tengah antara pemerintah dengan importir film.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin kepada detikFinance, Rabu (13/7/2011)

"Ya informasinya betul, tinggal tunggu otentiknya keluar, akan ditunda dua tahum 10% royalti. Importir sudah standby, kalau sudah keluar tinggal masukin film," kata Johny.

Johny mengatakan keputusan itu merupakan hasil kesepakatan tadi malam antara pemerintah dengan pelaku importir. Pihaknya masih menunggu surat resmi dari keputusan tersebut dalam hal ini dari kementerian keuangan. Penundaan itu, lanjut Johny, sebagai waktu bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem perpajakan perfilman di Tanah Air.

"Kalau memang sudah keluar (keputusann resmi) besok pagi, importir langsung gerak, ini supaya Harry Potter masuk dulu," ujar Johny sumringah.

Ia juga mengatakan nantinya importir yang akan melakukan pemasukan film impor adalah Omega Film sebagai importir baru. Mengingat, dengan adanya keputusan itu masalah tunggakan pajak royalti dua importir sebelumnya tetap akan masuk dalam ranah hukum.

"Yang lama masih berlaku secara hukum, ini yang baru, importir baru itu yang sudah diberikan izin," katanya.

Menurutnya pihak produsen film Amerika Serikat (MPAA) sudah mengetahui soal perkembangan terbaru ini. Sehingga ia optimistis film-film Hollywood akan segera masuk ke Indonesia.

"Intinya keputusanya tadi malam, jadi ditunda 2 tahun dan importirnya Omega yang ditunjuk," katanya.

Sumber: detikcom

Berita Terkait

  • Pencnita Film Hollywood  ancam demo
  • Harry Potter Finaly be able to see
  • Omega Film sebagai importir film baru Hollywood di indonesia
  • Harry Potter kemungkinan tidak tayang di bioskop indonesia
  • Tarif Bea Masuk Film Impor Rp 21 Ribu-Rp 22 Ribu per Menit